Rabu, 23 Desember 2009

Pantai Playa del Carme

___________________________________________________________________________________________________________

 
Pantai
Sebuah tempat yang begitu indah terletak di Mexican Riviera, Playa del Carmen. Tempat ini merupakan tempat yang dapat dikunjungi saat liburan ataupun bagi anda yang ingin berbulan madu dan memadu kasih.
Pantai yang begitu bersih, air laut nan biru dan ombak yang saling bekejar-kejaran melengkapi indahnya pemandangan pantai.
Di Playa del Carmen, ada banyak kegiatan  yang dapat anda lakukan, mulai dari berenang dipinggiran pantai, berjemur, diving, snorkeling, berkeliling pantai dengan menyewa jet ski, hingga menikmati sunset yang begitu eksotis.
Pantai
Tempat ini cocok sekali untuk dikunjungi, apalagi jika anda ingin mendapatkan honeymoon yang menyenangkan. Bagi anda yang ingin mengunjungi tempat ini, anda dapat terbang ke Meksiko dan langsung menuju Playa del Carmen.
Jarak Playa dari Meksiko sekitar 40 mil menuju selatan Cancun. Disepanjang jalan menuju Playa del Carmen, anda akan disugukan hamparan pantai yang terbentang luas.
Pantai
Atmosfir percintaan akan sangat terasa saat-saat malam menjelang. Sambil menunggu malam datang, tak ada salahnya pergi menuju pinggiran pantai, duduk berdua beralaskan hamparan pasir putih nan kemilau ditemani pemandangan sun set yang sangat eksotik dan sesekali bersenda gurau  membuat suasana malam begitu romantis.
Pantai

Keindahan Pulau Karimunjawa



Karimunjawa, gugusan pulau di Laut Jawa, beberapa mil laut dari Kota Jepara, Jawa Tengah, adalah surga bagi terumbu karang, hutan bakau, dan hutan pantai. Kepulauan Karimunjawa, yang memiliki luas daratan 1.500 hektar dan perairan seluas 110.000 hektar, merupakan habitat yang sangat baik bagi hampir 400 spesies fauna laut.
Lingkungan ekologi di Karimunjawa hingga kini relatif masih terjaga, karena dari 27 pulau di kepulauan Karimunjawa hanya lima yang berpenghuni, sedangkan 22 pulau lainnya masih asli, asri dan perawan. Pulau-pulau yang dihuni adalah Pulau Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting.
Melihat pesona, panorama, serta kekayaan alam yang dimiliki Kepulauan Karimunjawa, sejak 15 Maret 2001, Karimunjawa telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara sebagai Taman Nasional demi melindungi kekayaan alam terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, dan fauna laut kepualaun itu.
Beberapa spesies langka yang hidup nyaman di Kepulauan Karimunjawa, diantaranya elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau, serta sekitar 242 jenis ikan hias.
Panorama dan kekayaan alam yang dimiliki oleh Kepulauan Karimunjawa kerap kali menggoda wisatawan datang ke pulau itu meski harus menempuh perjalanan panjang. Mereka biasanya mengunjungi Pulau Menjangan Besar.
Pulau Menjangan Besar merupakan pulau yang digunakan untuk pusat penangkaran hiu, penyu, dan elang. Di pulau tersebut wisatawan dapat melihat secara langsung predator laut yang sangat ganas itu.
Para pengunjung yang memiliki nyali lebih juga dapat berenang atau melakukan snorkling di kolam penangkaran hiu dan berenang ditemani puluhan hiu jinak.
Pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan terumbu karang di Pulau Menjangan Kecil dari perahu yang telah dilengkapi dengan kaca di dasar lambung perahu. Lewat kaca tersebut pengunjung bisa melihat berbagai jenis terumbu karang dan binatang karang yang masih alami.
Saat ini terdapat hotel atau home stay di Pulau Karimunjawa, untuk wisatawan yang ingin menghabiskan malam di Karimunjawa, karena wahana wisata laut di Karimunjawa tidak akan cukup diselesaikan dalam satu hari.


Berpetualang ke Karimunjawa memang membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Untuk menyewa perahu membutuhkan dana setidaknya sekitar Rp200.000 sekali sewa, sementara untuk menginap di hotel, wisatawan harus merogoh kocek setidaknya Rp100.000-300.000 permalam. “Sampai saat ini terdapat sekitar 30 unit home stay di Pulau Karimunjawa yang selalu ramai setiap akhir pekan,” kata Bupati Jepara, Hendro Martojo.
Wisatawan biasanya belum akan puas jika hanya sehari di Karimunjawa. Mereka biasanya akan menyewa perahu pada hari kedua untuk berkeliling pulau. “Petualang yang gemar menyelam dapat mengunjungi Pulau Cemara Besar dan Pulau Cemara Kecil,” katanya.
Di Pulau tersebut, pengunjung dapat menyelam di perairan dalam untuk menikmati keindahan terumbu karang dan hewan laut lain secara langsung, atau melakukan snorkling di perairan dangkal yang terdapat di sekitar pulau.
Keterbatasan Akses
Demi menarik minat wisatawan ke Kepulauan Karimunjawa, Pemkab Jepara sudah cukup lama menangkap peluang tersebut. Bupati Jepara Hendro Martojo mengatakan, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Karimunjawa setiap tahun sekitar 2.600 orang, sementara wisatawan domestik berjumlah sekitar 7.000 orang.
“Kami terus berupaya untuk mendongkrak jumlah wisatawan, baik asing dan domestik untuk mengunjungi Kepulauan Karimunjawa, namun kendala yang dihadapi adalah akses transportasi ke Karimunjawa yang cukup sulit,” katanya.
Akses transportasi menuju Kepulauan Karimunjawa dapat ditempuh dari Semarang menggunakan Kapal Motor (KM) Kartini 1 dengan memakan waktu sekitar 3-4 jam, sementara apabila berangkat dari Jepara hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.
Alternatif lain adalah menggunakan KM Muria, namun dengan waktu tempuh lebih lama sekitar 5-6 jam dari Jepara. “KM Kartini 1 memang lebih cepat, namun lebih mahal dibanding KM Muria,” kata Heri, seorang wisatawan dari Semarang.
Sampai saat ini, akses masuk ke Karimunjawa hanya dapat ditempuh lewat jalur laut dengan jumlah kapal yang sangat terbatas. “Kami sebenarnya sudah mengusulkan kepada Pak Mardiyanto (saat masih menjabat Gubernur Jateng) untuk penambahan kapal kecil,” kata Hendro Martojo. Namun hingga saat ini rencana itu belum terealisasikan.
Menurut Hendro, transportasi yang terbatas itu sangat mempengaruhi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa. Saat ini Pemkab Jepara juga berupaya untuk memperluas akses masuk ke Karimunjawa dengan mengembangkan satu-satunya bandara di Kepulauan Karimunjawa, Bandara Dewandaru yang akan diperpanjang landasan pacunya.
“Bandara Dewandaru saat ini hanya memiliki panjang landasan pacu sekitar 900 meter, dan akan kami tambah menjadi sekitar 1.400-1.500 meter,” kata Hendro. Pemkab Jepara, katanya, menggandeng Pemerintah Provinsi Jateng dan pemerintah pusat dalam pengembangan bandara itu.
Ia mengatakan, Pemkab Jepara dan Pemprov Jateng hanya bertugas menyediakan lahan, sementara pemerintah pusat akan mengurusi pembangunan infrastruktur Bandara Dewandaru. “Kami mengalokasikan dana sekitar Rp3-4 miliar untuk lahan seluas sekitar empat hektar dan diharapkan pada 2010 mendatang pembangunan sudah dimulai,” kata Hendro.
Pengembangan Bandara Dewandaru ditujukan untuk mempermudah pendaratan pesawat berukuran besar, sehingga tingkat kunjungan wisatawan ke Kepulauan Karimunjawa yang terkenal dengan tumbuhan Dewandaru (crystocalyx macrophyla) tersebut akan semakin meningkat.
Selain masalah keterbatasan transportasi, pengembangan Kepulauan Karimunjawa juga terkendala oleh masalah listrik, sebab pasokan listrik untuk Kepulauan Karimunjawa hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kemampuan terbatas. “Namun demikian kami juga tengah mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB),” katanya.
Kendala selanjutnya yang dihadapi untuk pengembangan Kepulauan Karimunjawa adalah akses komunikasi. “Apabila terjadi ombak besar, komunikasi masyarakat Karimunjawa dengan Jepara terputus berminggu-minggu akibat tidak ada kapal yang berani melaut,” kata Hendro

Larangan Perburuan Ikan Hiu di Atlantik

Ilmuwan Desak Pelarangan Perburuan Ikan Hiu di Atlantik
WASHINGTON  -- Satu tim ilmuwan internasional mengingini larangan penangkapan delapan spesies ikan hiu Samudra Atlantik dan menetapkan batas ketat bagi penangkapan dua spesies lain dalam upaya mencegah kemerosotan hewan tersebut.

Ikan hiu sangat rentan terhadap penangkapan ikan secara berlebihan karena mereka berkembang-biak dan besar dengna lamban, tapi saat ini atas pembatasan internasional bagi penangkapan ikan hiu, demikian pernyataan organisasi nir-laba Lenfest Ocean Program, yang mengadakan pertemuan para ahli ikan hiu untuk mempelajari masalah itu.

Kelompok tersebut mendapati dalam suatu studi yang disiarkan Senin bahwa 10 spesies ikan hiu Atlantik menghadapi resiko serius penangkapan secara berlebihan.

"Hasil kami memperlihatkan dengan sangat jelas bahwa ada keperluan sangat mendesak untuk melakukan tindakan pengelolaan guna mencegah penurunan populasi ikan hiu dan memelihara fungsi ekosistem," kata pemimpin penulis Colin Simpfendorfer dari James Cook University, Australia.

Banyak spesies ikan hiu di samudra lepas di dunia merosot, sebagian kerema hewan itu tertangkap di jalur panjang penangkapan ikan yang ditujukan untuk menangkap ikan tuna dan ikan todak, kata para ilmuwan tersebut.

Saat jumlah ikan sasaran tradisional seperti tuna dan ikan todak berkurang, tuntutan akan daging dan sirip ikan hiu meningkat, kata Charlotte Hudson dari Lenfest Program.

Karena ikan hiu adalah pemangsa samudra global yang memiliki wilayah jelajah mulai dari pantai timur Amerika Serikat sampai ke pantai barat Eropa, penetapan jumlah hewan itu --dan memastikan apakah atau berapa banyak hewan tersebut berkurang-- adalah tugas berat.

Spesial

Para ahli ikan hiu dari Australia, Belgia, Kroasia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat menggunakan data yang tersedia mengenai populasi ikan hiu serta analisis resiko untuk memperkirakan spesies mana yang menghadapi resiko paling besar, kata Hudson dalam suatu wawancara telefon, Selasa.

"Ada banyak ikan di samudra, tapi ikan hiu adalah spesial karena biologi hewan itu memungkinkan mereka tak mempunyai terlalu banyak bayi setiap tahun, sehingga mereka berkembang-biak jauh lebih lamban," kata Hudson. "Oleh karena itu, ketika anda membunuh hiu dewasa, anda benar-benar mengurangi populasinya dengan sangat cepat, karena akan mengurangi kemampuan populasi tersebut untuk menopang dirinya."

Kelompok itu menyarankan larangan penangkapan ikan hiu "bideye thresher, longfin mako, oceanic whitetip, porbeagle, common thresher, silky, smooth hammerhead dan crocodile". Mereka mendesak pembatasan ketat penangkapan ikan hiu "blue dan shortfin mako".

Saran mereka ditujukan kepada International Commission for the Conservation of Atlantic Tunas", yang dikenal sebagai ICCAT, yang anggotanya --termasuk Uni Eropa-- menghadiri pertemuan 17-24 November di Marokko.

ICCAT kebanyakan menangani populasi ikan tuna, tapi pencinta lingkungan hidup dan ilmuwan memandang organisasi itu sebagai satu-satunya badan yang dapat memberlakukan pembatasan luas di Atlantik untuk mengambil ikan hiu di dalam alat penangkap ikan tuna.

Selasa, 22 Desember 2009

"The Jumeira Palm Island"

Bagaimana rasanya tinggal di pulau palem. Mungkin pulau seperti itu hanya impian saja. Namun di Dubai Uni Emirat Arab, sekarang ada pulau buatan nan indah yang berbentuk pohon palem semacam ini. Pulau buatan bernama "The Jumeira Palm Island" ini akan di tempati penduduk dengan kegiatannya sehari-hari, seperti umumnya kawasan wisata. Setelah lebih dari 14000 tukang bekerja keras dan trampil siang dan malam selama 5 tahun, akhirnya bangunan tahap pertama The Jumeira Palm Island hampir selesai. Kawasan Reklamasi berbentuk pohon palem pertama di dunia ini telah menelan dana sebesar 14 miliyar dollar AS, dengan mengeruk jutaan ton pasir dari teluk Persia.
Menurut, Issam Kazim, juru bicara developer Nakheel milik Pemerintah Dubai, pada tahap awal ini sebanyak 4000 warga kepulauan akan menempati pulau buatan yang di sebut sebagai "keajaiban ke 8 dunia" ini pada November kemaren.Pulau ini dapat julukan ini mengingat ia merupakan konstruksi lepas pantai dan termegah di dunia.
Saat ini, pemerintah Dubai sedang gencar-gencarnya menggenjot sektor pariwisata mereka. Asal tahu saja, pendapatan mereka selama ini digantungkan pada minyak. Ketika muncul laporan cadangan minyak di Dubai semakin menipis, mereka membuat proyek-proyek raksasa untuk menarik lebih banyak turis sekaligus menambah kas negara Uni Emirat Arab.
Salah satu cara yang dilalui adalah pembangunan pulau buatan. Selama ini, kita hanya mengenal Burj al-Arab sebagai hotel yang dibangun di atas sebuah pulau buatan. Tetapi ada lagi yang lebih besar dari itu.
The Palm Islands, terdiri dari 3 pulau berbentuk pohon palem, konon satu diantaranya lebih besar dari pulau Manhattan di New York. Proyek ini dicanangkan oleh Nakheel Properties, meliputi Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali, dan Palm Deira.
Palm Jumeirah 
 Pulau Palem yang mulai dikerjakan tahun 2001 silam adalah salah satu proyek reklamasi pantai yang terbesar di dunia, ia terdiri dari 17 pulau berbentuk palem dan 3 pulau penahan gelombang berbentuk lingkaran yang mengelilingi mereka. Di pulau Palem Jumeira yang diprediksi baru rampung sepenuhnya pada 2010 nanti akan didirikan sebuah kota di atas laut, dan akan ditempati sekitar kurang lebih 60.000 keluarga, dan sebanyak 50.000lebih petugas disebarkan di 32 hotel pulau tersebut, puluhan pusat perbelanjaan dan tempat hiburan untuk melayani berbagai macam keperluan warga setempat.
Menurut keteragan pimpinan group Pulau Palem yang mengembangkan proyek tersebut yakni Sultan Ihmad Solam, bahwa sarana dan prasarana kawasan tersebut sudah lengkap, mulai dari jembatan, jaringan irigasi, jaringan air bersih, pipa saluran gas, sistem komunikasi, satelit, jaringan listrik, jalan raya, klub samudra, sistem pemadam kebakaran, sampai instalansi yang menghubungkan pulau lingkar ke kawasan di sekitar dan perlengkapan lainnya. Semuanya tersedia di pulau "The Palem Jumeira"
Colin Foreman, pengamat ekonomi Timur Tengah, salah satu orang yang mengagumi proyek ini, "Proyek ini seperti mewujudkan impian masyarakat, dan belum ada proyek sejenis seperti ini di dunia," tuturnya. Pemerintah Dubai menginginkan dapat mewujudkan Pulau Palem Jumeirah menjadi ebuah tempat wisata terkenal di dunia, dan sedikitnya dapat menyedot 20.000 wisatawan setiap hari. Dan di luar dugaan, sebagian besar rumah milik di pulau tersebut sudah habis di beli sejak 5 tahun yang lalu. Sang pemilik termasuk bintang sepak bola terkenal asal Inggris David Becham dan Michael Owen, juga artis, penyanyi dan politikus dll, di antara pemilik tersebut bangsa Inggris menduduki posisi terbesar.


Namun, para penghuni tahap pertama yang akan menempati pulau tersebut di akhir tahun ini terpaksa harus bersabar beberapa tahun lagi dengan lingkungannya "pembangunan" seperti 35 itu, sebab fasilitas tersebut masih sedang di bangun. Dalam proyek yang menarik perhatian dunia ini, sejumlah pengembang raksasa dari Amerika dan China turut serta dalam proyek pembangunan Pulau Palem Jumeira.
Pulau Palem dengan luas 18 kilometer persegi ini akan menjadi keajaiban ke 8 dunia jika seluruh proses pembangunannya selesai, dan yang menciptakan keajaiban ini adalah pangeran Dubai yang mengawasi sendiri perusahaan pembangunan pulau tersebut yakni, Syeih Muhammad Bin Rasid. Adapun semua maksud semula pangeran ini adalah, karena meskipun Dubai memiliki minyak dan bisa menghasilkan kekayaan, namun negeri tersebut tidak mempunyai industri yang dapat terus di kembangkan, dalam kondisi seperti ini, pangeran mendapatkan ide untuk membangun pulau buatan yang pertama di dunia. Ia juga ingin kawasan wisata dan bisnis Pulau Palem ini dapat bersaing dengan Hongkong dan Singapura, dan dapat bersaing dengan kota peristirahatan dunia Las Vegas.
Namun, pembangunan pembangunan pulau tersebut tidaklah selalu berjalan dengan mulus, kebanyakan pembeli sebenarnya sudah mendapatkan kunci menuju rumah di pulau itu setahun yang lalu. Sialnya menurut Issam Kasim, beberapa pulau sempat tenggelam dan Nakheel membutuhkan waktu ekstra satu tahun untuk menambah dan menyambungnya dengan pulau utama. Beberapa laporan dari mereka yang sempat mengelilingi pulau ini menjelaskan bangunan di sana dibangun dengan cepat dan lokasinya berdekatan satu sama lain. Proyek ini juga di kerjakan sangat tertutup, pihak Nakheel bahkan menolah permintaan Associated Press untuk mengunjunginya meliputi proses pembangunan Jumeira.
Dubai memang sudah berubah, Perkembangan pesat sudah mengubah ibukota UEA yang ambisius, dari sebelumnya dikenal sepi penjualan dan desa yang elok pada tahun 1950-an menjadi kota metropolis dengan 1,5 juta populasi.Ambisinya untuk menjadi pusat pariwisata dunia patut di acungi jempol.
Palm Jebel Ali Palm Jebel Ali (vision)
 Palm Deira Palm Deira (vision)
Setelah 72 jam dibuka penjualannya, semua apartemen dan rumah di Palm Jumeirah (telah rampung) habis terjual. Sementara Palm Jebel Ali dan Deira sedang menjalani reklamasi. Meskipun proyek ini mendapat tentangan dari para pecinta lingkungan, pihak Nakheel menegaskan bahwa pembangunannya tidak merusak karang dan koral di bawah laut.
Proyek reklamasi real estat lainnya adalah The World. Proyek ini merupakan pembuatan 300 pulau pribadi berbentuk peta dunia. Banyak orang terkenal dunia membeli pulau di The World. Slogannya cukup unik, “Nakheel puts Dubai on the map, now The World puts the world on Dubai,” yang memiliki arti proyek-proyek Nakheel membuat Dubai dikenal dunia, dan saatnya The World membuat dunia berada di Dubai.
The World The World (vision)
Pulau-pulau Indonesia yang sebelumnya direncanakan untuk dibangun, akhirnya dibatalkan karena pembuatan cluster pulau Oqyana, yaitu gabungan Australia dan Papua Nugini, sehingga yang tersisa hanya pulau Sumatera.
Proyek yang lebih besar lagi adalah The Universe. Kepulauan ini menggambarkan bentuk tata surya mulai planet Pluto hingga Matahari. Pulau ini akan dibangun antara Palm Jumeirah dan Palm Deira.
The Universe
Satu lagi proyek superbesar di Dubai, Dubai Waterfront. Proyek itu dirancang sedemikian rupa berbentuk bulan sabit yang akan mengitari setengah Palm Jebel Ali dan direncanakan sebagai kota Dubai baru. Penghuni Dubai Waterfront dan sekitarnya dipastikan mencapai 1.000.000 orang.
Dubai Waterfront
Arabian Canal, proyek pembangunan kanal buatan terbesar di dunia, adalah bagian dari Dubai Waterfront. Kanal ini akan melintasi gurun pasir Dubai dan berakhir di Dubai Creek.
Sangat disayangkan apabila pembuatan pulau tersebut dapat merusak ekosistem laut, meskipun belum ada bukti-bukti yang pasti. Sementara itu, Singapura terus membujuk pemerintah Indonesia untuk membuka kembali perdagangan pasir. Akhirnya saya ketahui melalui peranti lunak Google Earth, Singapura sedang memperluas Pulau Sentosa dan Bandar Udara Internasional Changi. Secara langsung, perluasan tersebut dapat mempersempit teritori laut Indonesia di Batam.
Kalau kita lihat, negara-negara Barat dapat diakui sebagai negara maju, namun mereka tidak akan bisa mengalahkan negara-negara Arab dalam bidang arsitektur. Visi bangsa Arab memang sangat maju dan mungkin menurut kita hal tersebut tak mungkin dilakukan, tapi akhirnya berhasil.



  Kantong Semar sebuah nama Tanaman Karnivora. Nepenthes, pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne. Nama Nephentes diambil dari sebuah nama gelas anggur. Di Indonesia, disebut sebagai kantong semar, dengan sebutan beragam di berbagai daerah, periuk monyet (Riau), kantong beruk (Jambi), ketakung (Bangka), sorok raja mantri (Jawa Barat). ketupat napu (Dayak Katingan), telep ujung (Dayak Bakumpai), dan selo begongong (Dayak Tunjung).
Tumbuhan yang termasuk dalam golongan tumbuhan liana (merambat) ditanah ataupun di ranting-ranting pohon,berumah dua, serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Hidup di tanah (terrestrial), ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain (epifit). Kantong Nepenthes merupakan perubahan bentuk dari ujung daun yang memiliki fungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Karenanya tumbuhan ini digolongkan sebagai tanaman karnivora (carnivorous plant), selain Venus Flytrap (Dionaea muscipula), sundews (Droseraceae) dan beberapa jenis lainnya. Tanaman karnivora umumnya hidup pada tanah miskin hara, khususnya nitrogen, seperti kawasan kerangas.
   Kantung Semar (Nephentes) adalah tumbuhan menjalar yang dapat tumbuh sampai ketinggian 18 meter. Ia banyak terdapat di hutan Kalimantan, pegunungan Pulau Jawa, dan “Cagar Alam Dolok Saut”  
Kantung Semar diperkirakan berasal dari Asia Timur. Namun, kini banyak terdapat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ia bisa hidup di mana saja, mulai dari pantai, gunung kapur sampai hutan lebat di pegunungan.
Jenis dan bentuk tanaman ini beragam. Dari 86 jenis yang ada, 53 di antaranya berasal dari Indonesia. Nephentes northtiana, misalnya, berbentuk seperti terompet hijau. Ia hidup di dataran rendah. Sedangkan Nephentes adrianii bentuknya mirip periuk nasi berwarna merah. Ia tumbuh di dataran tinggi. 

Tanaman kantong semar (Nephentes) yang tumbuh di hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Bengkulu mulai terancam punah. Menurut pemerintah setempat, salah satu penyebabnya adalah banyak warga sekitar menggunakan tumbuhan merambat ini untuk membungkus kue tradisional. ia juga bisa dijadikan obat? Tanaman ini diyakini bisa menyembuhkan penyakit asma, diare dan maag.

Rabu, 16 Desember 2009

CERITA TENTANG PANDA


Aku punya cerita tentang makhluk bernama Panda. Dia baru sebentar muncul di hidupku. Kita sering bertemu hanya lewat ketikan huruf.. kata.. kalimat..
Sesekali dalam seminggu atau beberapa kali dalam sehari..

Tapi anehnya setiap bertemu, Panda selalu lari. Dia pergi secepat bayangan sebelum aku sempat menyapanya. Lucu memang..

Tapi aku senang berteman dengannya.

Diam – diam aku mulai memperhatikannya.

Diam – diam aku mulai mencari tahu tentang dirinya.

Ini fragile.. masih terlalu dini..

Tapi dia cukup kuat untuk membuatku lupa dengan obsesiku sebelumnya.

Dia bisa membuatku sedikit demi sedikit mengembalikan kata – kata indah yang dulu mulai menghilang dari otakku

Kata – kata itu belum sepenuhnya muncul ke permukaan, mereka masih malu – malu
Mereka masih ragu – ragu akankah aku mempergunakan mereka dengan baik seperti sebelumnya atau tercebur dalam pembuangan yang sia – sia

Aku berharap.. ini tak hanya berlangsung sementara

Bersahabat seribu abad..

Aku berharap.. Panda tidak seperti makhluk – makhluk lain.. yang tiba – tiba mendekat namun lari begitu saja. Menganggap aku tidak ada ketika aku memutuskan untuk hanya berteman dengan mereka..

Yang memandangku dengan sebelah mata ketika aku tidak memberikan reaksi apa – apa atas pendekatan mereka. Padahal yang aku mau sekarang Cuma satu, teman untuk berbicara dan berlanjut sebagai sahabat. Itu dulu.. dan selanjutnya kita pikirkan kemudian..

Menata pikiran yang kusut. Belajar dewasa untuk memandang hidup. Belajar membuat keputusan yang tepat dalam waktu yang singkat. Itu semua tidak bisa berjalan dengan instan..

Tapi Panda.. sampai saat ini, kamu termasuk salah satu makhluk yang membuatku nyaman.. Slowly but sure.. semoga aku bisa sabar.. dan semoga kamu juga bisa sabar.. Semoga kita bisa sabar..

GUNUNG BROMO

Masih nyambung dengan postingan sebelumnya, masih di sekitaran malang, kali ini tujuan selanjutnya. Hari selanjutnya kami langsung bersiap menuju bagian utara kota malang, ke kawasan bromo tengger semeru.Perjalanan menuju kesini ditempuh dengan menggunakan angkot menuju tumpang dari kota malang, kemudian menyewa jeep sampai ke daerah tengger.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

kawah bromo
pemandangan ke kawah bromo
Di sekitar gunung bromo terdapat, gunung kursi, gunung jantur, gunung ider-ider, gunung batok, gunung kepolo, dan pastinya gunung semeru.. the highest point in Java Island. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Kita bisa mencapai hingga puncak kawahnya, dan merasakan debu belerang yang kuat. Kawah bromo bisa diputari, maksudnya dikelilingi dengan berjalan kakai. Cuma kayanya ngeri banget, kalo misalnya ada angin, salah-salah kita bisa terjun ke kawah atau malah terjun ke kaki gunung.
Di padang pasir bromo, terdapat pura yang digunakan sebagai tempat ibadat agama Hindu Tengger. Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Suku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbaha-ya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.Yang istimewa di tempat ini?. kawah gunung bromo dan view gunung bromo dan sekitarnya jika dilihat dari penanjakan juga Sunrise yang diliat dari penanjakan. Bromo ternyata adalah sebuah gunung yang dikelilingin pegunungan dan dibatasi padang pasir yang sangat luas, uniknya pegunungan itu lebih tinggi dari gunung bromo sendiri, misalnya gunung batok dan penanjakan.
Di penanjakan inilah spot terbaik untuk melihat ke arah pegunungan bromo, juga, di penanjakan disediakan semacam tribun untuk melihat matahari terbit dari timur gunung bromo. Pergeseran dari subuh menjadi pagi benar-benar luar biasa, ketika cahaya matahari perlahan menyapu sebagian bumi hingga seluruhnya terang dan mentari tepat diatas horizon, luar biasa!!!
kawah bromo
surrounding bromo dilihat dari penanjakan
Untuk mencapai kawasan ini bisa dicapai dari tiga titik, dari pasuruan, probolinggo dan dari tumpang tadi. Pemandangan terbaik dijumpai ketika memilih jalur dari tumpang. Namun trade-off nya, medan yang dilalui sangat berat sehingga harus menyewa jeep. Jika hanya ingin ke penanjakan saja bisa menempuh jalur lewat probolinggo yang sudah diaspal penuh.Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang akan dikunjungi, semeru !!, ketika melihat foto dari orang yang baru turun dari semeru, dan terlihat matahari hanya sejengkal dari kepalanya.. jadi inget padang mahsyar.
Yup, suatu hari aku akan kesana lagi, semeru..

;;