Sabtu, 28 November 2009

Melancong ke korea, di negeri ini terdapat pulau yang terkenal  dari 3000 pulau yang ada di Korea. Pulau tersebut bernama Jeju, atau dikenal dengan pulau bali yang berada di Korea. Lokasi ini terkenal, karena keindahan, lingkungan alamnya yang bersih.  Sejak masa lampau, pulau Jeju terpilih sebagai tempat pariwisata terunggul untuk berbulan madu bagi masyarakat Korea dan sebagai tempat yang dirasakan memberikan nuansa istimewa bagi turis asing.



Perbedaan kota ini bila dibandingkan kota lainnya yang berada di Korea, yakni adanya pohon tropis seperti pohon kelapa, karena daerah itu diselimuti iklim samudra yang hangat dan jumlah curah hujan paling tinggi.
Pulau Jeju juga menjadi destinasi yang popular di kalangan kaum muda Korea yang ingin menikmati masa bulan madu mereka. Pada musim gugur,  merupakan musim yang paling tepat untuk menikmati keindahan pantai-pantai di Pulau Jeju.

Pada musim tersebut Anda  dapat menyaksikan migrasi burung-burung di Pulau Ha-do atau memilih melakukan aktivitas paragliding untuk melihat pemandangan pulau dari ketinggian. Pada bagian Timur pulau ini juga terdapat padang rumput luas yang sangat cocok untuk menggembala ternak. Daerah ini memang menjadi tempat bagi para petemak Korea selama berabad-abad. Pulau Jeju telah terkerial sebagai tempat pemeliharaan kuda sejak zaman Mongol.

Musim gugur juga menjadi musim yang pas untuk para pencinta jeruk karena saat itu jeruk jeruk di Seogwipo telah siap untuk dipetik. Untuk melindungi pohon-pohon jeruk tersebut dari angin yang kencang, telah dibangun dinding batu yang mengelilingi perkebunan. Dahulu kala, konon jeruk digunakan sebagai pembayaran upeti bagi keluarga kerajaan. Sejak tahun 1965 diketahui bahwa jeruk berkualitas tinggi dihasilkan dengan melakukan stek pada bagian akar dengan jenis varietas semak berduri asli pulau ini. Saat ini ada sekitar 12.000 petani yang menanam jeruk untuk produksinya dan memberikan pemasukan sebesar lebih dari US$ 10 juta setiap tahunnya.

Namun ketika memasuki musim dingin, salju menyelimuti Gunung Halla yang  terdapat di area kepulauan ini, sehingga nuansa putihlah yang terlihat dari kejauhan. Rumah-rumah tradisional penduduk yang beratap jerami pun tertutup salju.

KOREA SELATAN



Korea Selatan terletak di semenanjung Korea bersama-sama dengan Korea Utara. Untuk selanjutnya dalam halaman ini, akan kita sebut Korea saja, yang mencakup Utara dan Selatan.
Korea terletak bersebelahan dengan Cina dan Jepang. Dibagian utara terletak sungai Amnokgang (Yalu) dan Dumangang (Tumen), yang membatasi dengan daerah Manchuria. Bagian timur Dumangang sepanjang 16km juga menjadi batasan dengan Rusia. Bagian barat Semenanjung Korea dibatasi oleh Teluk Korea di bagian utara dan Laut Barat di bagian selatan, di mana pantai timur menghadap Laut Timur.
200 kilometer memisahkan semenanjung ini dari China bagian timur. Jarak terdekat antara pantai Korea and Cina adalah 200 kilometer dan dari bagian tenggara semenanjung ini, tempat terdekat dengan pantai Jepang adalah sekitar 200 kilometer.
Karena letak geografisnya, budaya Cina memasuki Jepang melalui Korea, sehingga sebuah pusat budaya Buddha dan Konfusianisme terbangun di ketiga negara ini.
Semenanjung Korea terbentang sepanjang 1000 kilometer ke arah selatan, mulai bagian timur laut benua Asia, dan lebarnya sekitar 300 kilometer. Oleh karena itu, variasi iklim lebih terlihat perbedaannya sepanjang sumbu utara-selatan. Perbedaan antar jenis-jenis tanaman dapat dilihat antara bagian utara yg dingin dan bagian selatan yang hangat.
Semenanjung ini dan pulau-pulau kecilnya, terletak antara 33 06′40″N dan 43 00′39″N lintang dan 124 11′00″E dan 131 52′08″E bujur. Lokasi Korea secara garis lintang terletak seperti semenanjung Iberia dan negara Yunani. Keseluruhan semenanjung terletak dari utara ke selatan seperti negara bagian California di Amerika Serikat.
Secara garis bujur, Korea terletak persis di bagian utara Philipina dan Australia tengah. Garis bujur 127 30′E melintang persis di tengah-tengah semenanjung Korea. Tetapi, Korea juga mempunyai garis bujur yg sama dengan Jepang, yaitu 135 E. Oleh karena itu, kota Seoul dan Tokyo sama-sama mempunyai zona waktu lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time).
Teritorial
Total luas semenanjung Korea termasuk pulau-pulau kecilnya, adalah 222154 kilometer persegi, di mana 45 persen (99313 kilometer persegi), tidak termasuk Demilitarized Zone (DMZ), merupakan daerah Korea Selatan. Kombinasi teritorial Korea Utara dan Selatan adalah sekitar ukuran Inggris Raya (244100 kilometer persegi) dan Guyana (215000 kilometer persegi). Korea Selatan sendiri seluas Hungaria (93000 kilometer persegi) dan Yordania (97700 kilometer persegi).
Ada sekitar 3000 pulau yg termasuk dalam teritorial Korea. Pulau-pulau tersebut paling banyak terletak di pantai barat dan selatan, dan hanya sedikit yang ada di daerah Pantai Timur. Ulleungdo, pulau terbesar di Pantai Timur, merupakan pusat perikanan terbesar seperti pulau Dokdo. Pulau yg lebih besar lagi adalah termasuk Jejudo – yg terbesar, Geojedo, Ganghwado, and Namhaedo.
Sampai abad 11, teritorial Korea meliputi sebagian besar Manchuria, tetapi sejak abad 15, karena perang berkepanjangan dengan Cina, Korea bergeser ke arah selatan, dan sungai Amnokgang dan Dumangang menjadi perbatasan permanen antara Korea dan Cina.
Di akhir Perang Dunia II, semenanjung Korea terbagi menjadi daerah utara yang diduduki oleh kekuasaan Soviet dan daerah selatan yang diduduki oleh kekuasaan Amerika. The boundary between the two zones was the 38th parallel. Pada tahun 1953, di akhir Perang Korea, ditarik garis batas baru yang disebut Demilitarized Zone (DMZ), sebuah daerah selebar 4 km sebagai daerah gencatan senjata, yang memanjang dari pantai timur sampai pantai barat sepanjang 241 kilometer.
Unit Administrasi
Ada tiga tingkat unit administrasi di Korea Selatan. Daerah tingkat pertama termasuk tujuh kota metropolitan dan sembilan provinsi (do). Kota metropolitan adalah daerah urban yang mempunyai populasi lebih dari satu juta. Seoul, ibukota Korea Selatan, adalah daerah pusat urbanisasi terbesar, terdiri dari 10 juta penduduk. Busan adalah kota kedua terbesar, dengan populasi lebih dari 4 juta. Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon dan Ulsan, terurut dari terbesar sampai terkecil, masing-masing berpenduduk lebih dari 1 juta orang.
Di tingkat administrasi kedua, provinsi (do) terbagi lagi menjadi kotamadia (si) dan kabupaten (gun). Sebuah kotamadia mempunyai populasi lebih dari 50,000. Sebuah kabupaten terdiri dari satu kota kecamatan (eup) dan lima sampai sepuluh myeon. Walaupun mereka adalah unit administrasi, provinsi (do) juga mempunyai peran penting dalam identifikasi regional penduduk dan banyak warga Korean mengidentifikasikan dirinya sebagai berasal dari provinsi di mana mereka lahir dan dibesarkan. Kota metropolitan terbagi menjadi kecamatan (gu). Unit terendah adalah dong di kotamadia dan ri di luar kota. Dalam beberapa dekade terakhir, Korea Selatan mengalami pertumbuhan daerah-daerah urban yang sangat pesat. Populasi daerah urban sekarang melebihi 85 persen dari total populasi nasional. Pertumbuhan urbanisasi terutama pesat di daerah koridor antara Seoul dan Busan, dari daerah Khusus Metropolitan Seoul sampai daerah Provinsi Gyeongsang. Secara kontras, daerah baratdaya dan daerah timurlaut mengalami pengurangan populasi yang cukup besar.
Daerah Geografis
Daerah pegunungan secara tradisional telah menjadi garis batas alamiah antara daerah-daerah geografis. Karena garis batas alamiah ini menghambat penduduk suatu daerah untuk berkomunikasi dengan penduduk daerah lain, maka berkembanglah perbedaan gaya bahasa (dialek) lokal dan budaya lokal antar penduduk tiap daerah, baik perbedaan tipis maupun mencolok. Perbedaan regional ini juga merujuk pada daerah-daerah administratif tradisional yang dibentuk sepanjang Dinasti Joseon (1392-1910).
Semenanjung Korea terbagi menjadi tiga daerah yang mencolok: Tengah, Selatan dan Utara. Tiga bagian besar ini terbagi menurut situasi geografis yang berbeda-beda, di mana masing-masing menunjukkan keadaan ekonomi, budaya, dan fisik yang berbeda. Di daerah Tengah ada daerah Metropolitan Seoul, provinsi Chungcheong dan Gangwon. Di Selatan, ada provinsi Gyeongsang, Jeolla, dan Jeju. Di Utara, ada provinsi Pyeongan, Hamgyeong dan Hwanghae. Penyebutan “daerah utara” berasal dari penyebutan daerah provinsi Pyeongan dan Hamgyeong sebelum pembagian semenanjung pada tahun 1945. Daerah “Utara” pada masa sekarang digunakan untuk menyebut daerah-daerah di bagian utara Demilitarized Zone, termasuk Pyeongan, Hamgyeong, Hwanghae dan bagian utara provinsi Gyeonggi dan Gangwon.
Daerah Tengah
Daerah ini terdiri dari daerah metropolitan Seoul, yang merupakan bagian dari Provinsi Gyeonggi, lalu Provinsi Chungcheong di selatan, dan Provinsi Gangwon di timur.
Daerah Ibukota (Seoul / Gyeonggi): Daerah ini termasuk Seoul dan Incheon, yang membentang di daerah Gyeonggi-do. Daerah ibukota, seperti namanya, adalah pusat semua aktivitas politik, ekonomi, dan budaya di Korea Selatan. Di sekitar Seoul juga terbentuk kota-kota kecil, yang membentuk daerah urbanisasi tak terputus. Di dalam dan di sekitar Seoul terdapat konsentrasi terbesar industri nasional. Sebagai hub sistem transportasi dalam negri, dengan Gimpo International Airport yang terletak di bagian pinggir barat Seoul, Incheon International Airport, dan jaringan jalur kereta api yang menghubungkan semua bagian negara, daerah ibukota ini menjadi pintu utama dunia menuju Korea Selatan. Karena posisinya yang strategis, dialek bahasa yang digunakan di Seoul dianggap standar nasional bahasa Korea.
Provinsi Chungcheong: Daerah ini terletak di antara daerah Ibukota dan daerah Selatan. Cheongju dan Daejeon adalah kota-kota tempat urbanisasi di daerah ini. Daerah ini terdiri dari Chungcheongnam-do dan Chungcheongbuk-do, dan telah dianggap sebagai perpanjangan Seoul ke arah selatan. Kedekatannya dengan ibukota membawa manfaat ekonomi. Banyak industri baru bermunculan di daerah Teluk Asanman di pantai barat. Daerah ini juga menerima keuntungan dari sistem transportasi dan layanan kota dari daerah Seoul dan sekitarnya. Provinsi Chungcheong dan Gyeonggi mengkhususkan pada bidang hortikultura dan peternakan produk susu (dairy) untuk memenuhi kebutuhan yang sangat banyak di daerah urbanisasi terdekat.
Provinsi Gangwon: Daerah ini terletak di sebelah timur daerah ibukota. Pegunungan Taebaeksan, yang melintas dari utara ke selatan melalui bagian tengah daerah ini, membagi provinsi ini menjadi daerah pantai di timur dan daerah pegunungan di barat. Gangneung, Chuncheon, dan Wonju adalah daerah-daerah urban di provinsi ini. Gangwon-do menyediakan atraksi wisata dan olahraga, karena tanahnya yang bertebing-tebing. Industri pertambangan, yang sebelumnya merupakan sektor utama dalam perekonomian daerah ini, telah menyusut karena adanya kompetisi dari batubara dan mineral impor. Jatuhnya industri pertambangan, dikombinasikan dengan kecenderungan penduduk untuk pindah dari daerah rural ke daerah urban, merupakan faktor utama yang menyebabkan banyaknya migrasi penduduk keluar dari daerah ini. Gangwon-do, dengan jumlah penduduk yang sekarang kurang dari 2 juta, sekarang telah menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terkecil dibandingkan provinsi-provinsi lain.
Daerah Selatan
Daerah selatan mencakup Provinsi Gyeongsang, terletak di tenggara, Provinsi Jeolla di barat daya, dan provinsi Jejudo yang terletak di lepas pantai selatan.
Provinsi Gyeongsang: Daerah ini mencakup kota metropolitan Busan, Daegu, dan Ulsan yang tersebar di Gyeongsangbuk-do dan Gyeongsangnam-do. Busan dan Daegu adalah kota-kota urban utama di provinsi ini, termasuk kota terbesar kedua (4 juta penduduk) dan ketiga (2.5 juta penduduk) di Korea Selatan.
Daerah ini dikenali dari cekungan besar Sungai Nakdonggang dan dikelilingi oleh pegunungan Sobaeksan. Karena topografi pegunungan sekitar yang bertebing-tebing, daerah-daerah di sini mempunyai jenis budaya yang mirip, dilihat dari kebiasaan dan dialeknya, yang cukup berbeda dibandingkan orang-orang dari daerah lain. Provinsi Gyeongsang juga mempunyai nama lain “Yeongnam,” yang secara harafiah berarti “bagian selatan setelah pegunungan,” yang menunjukkan bahwa pegunungan memang telah memegang peran penting dalam sejarah terbentuknya perbedaan-perbedaan regional di antara orang-orang Korea.
Provinsi Gyeongsang mempunyai daerah industri terbesar, nomor dua setelah daerah ibukota, terutama disebabkan oleh investasi yang sangat besar oleh pemerintah Korea Selatan di daerah ini sejak 1960-an. Industri berat ini terdiri dari industri baja, perkapalan, mobil, dan petrokimia, yang terkonsentrasi di daerah pantai tenggara yang menjangkau kota Pohang, Ulsan, Busan, Changwon, dan Masan. Di daerah utara juga terdapat dua pusat industri yaitu Daegu dan Gumi, yang dikhususkan untuk tekstil dan elektronik.
Provinsi Jeolla: Provinsi Jeolla terletak di bagian baratdaya semenanjung, yang terdiri dari Jeollabuk-do dan Jeollanam-do. Gwangju, Jeonju, dan Naju adalah kota-kotanya.
“Honam” adalah nama lain untuk Provinsi Jeolla. Daerah datar yang subur dari cekungan sungai Geumgang dan Yeongsangang, juga daerah pantainya, telah membuat daerah ini menjadi pusat pertanian utama negeri ini. Perekonomian di daerah ini agak tertinggal dibandingkan daerah ibukota dan daerah Gyeongsang karena sedikitnya investasi industri dalam beberapa dekade terakhir. Walaupun demikian, situasi ini berubah dan daerah ini sekarang mengalami pertumbuhan industri di daerah-daerah urbannya seperti Gwangju dan Jeonju, juga di daerah pantai barat. Kemudian, daerah surut laut antara Gunsan dan Mokpo telah direklamasi, sehingga menambah tanah baru untuk perkembangan industri.
Daerah ini mempunyai garis pantai yang tidak beraturan, dan banyaknya pulau-pulau sedang dan kecil, sehingga keunikan garis pantainya menarik banyak wisatawan berkunjung sepanjang tahun.
Pulau Jejudo: Jejudo adalah pulau terbesar di Korea yang terletak di Laut Selatan, 140 kilometer di selatan kota Mokpo. Karena terpisah dari bagian utama Korea, penduduk Jejudo mempunyai gaya bahasa (dialek) dan gaya hidup yang cukup berbeda. Karena adanya gunung berapi, pulau ini mempunyai topografi yang bertebing-tebing seperti banyak bukit, jurang, dan air terjun. Karena iklim yang subtropis dan kebiasaan dan gaya hidup yang unik dari penduduknya, industri wisata merupakan industri paling penting daerah ini. Pulau ini terkenal dengan buah-buah subtropis seperti jeruk, nanas, dan pisang. Di sini juga terkenal adanya para penyelam wanita.
Daerah Utara
Daerah utara semenanjung ini terdiri dari dua daerah: Provinsi Pyeongan di baratlaut dan Provinsi Hamgyeong di timurlaut. Pyeongan dengan tanah datarnya dikenal sebagai daerah Gwanseo dan Hamgyeong dikenal sebagai daerah Gwanbuk. Provinsi Pyeongan merupakan daerah pertanian utama untuk daerah Utara. Secara kontrak, Provinsi Hamgyeong, karena topografinya yang bergunung-gunung, merupakan penunjang perekonomian dari pertambangan dan perhutanan. Pyongyang, adalah kota utama di Provinsi Pyeongan, yang merupakan ibukota Korea Utara, dan Nampo merupakan pelabuhan yang berfungsi sebagai pintu masuk ke Pyongyang. Hamheung dan Cheongjin adalah kota-kota utama di Provinsi Hamgyeong.
Provinsi Hwanghae terletak di selatan Provinsi Pyeongan. Karena sebelumnya merupakan bagian dari Daerah Tengah sebelum terbaginya Korea Utara-Selatan , Provinsi Hwanghae memiliki banyak kemiripan budaya dengan daerah-daerah lain di bagian tengah-barat semenanjung Korea. Gaeseong adalah kota utama di daerah ini.


Gambar    
Sutradara '2012' tak berani hancurkan Ka'bah
Los Angeles - Di film bertema kiamat '2012', semua bangunan simbol keagamaan seperti patung Yesus di Rio de Janeiro, St Peter's Basilica di Vatikan dan kuil di Tibet luluh-lantah. Tapi sang sutradara Roland Emmerich tidak menghancurkan Ka'bah. Kenapa?

Seperti detikhot kutip dari Guardian, Jumat (13/11/2009), sutradara asal Jerman itu enggan untuk menghancurkan simbol suci umat Islam Ka'bah di film garapannya. Ia tak mau filmnya dianggap melecehkan umat Islam.

Awalnya ia memang berniat untuk menampilkan visual kehancuran simbol-simbol penting di dunia termasuk Ka'bah. Namun Roland mendapat peringatan dari penulis naskahnya kalau ia tidak bisa melakukannya dengan simbol yang satu itu.

"Penulis naskah Harald Kloser bilang kalau kamu melakukannya pada simbol itu kamu bisa terkena fatwa," ujar Roland.

'2012' menampilkan bumi yang hancur karena terjadi pergeseran kutub magnet bumi. Berbagai bencana pun melanda bumi, mulai dari gempa dahsyat, gunung meletus hingga tsunami.

Sutradara yang sukses menangani 3 film yaitu Independence day, Godzilla dan the day after tommorow, Roland Emmerich akan membuat film terbaru yang berjudul "2012", dalam film itu diceritakan semua tempat di dunia ini akan hancur, kecuali satu tempat, yaitu Ka'bah di mekkah. Ada apa gerangan?

Dalam fim sebelumnya, Rolland berani menghancurkan the Empire State Building dan the White House(Independence day), Mengirim raksasa yang menghancurkan Manhattan (Godzilla) , Meluluh lantakkan Los angeles dan New york(the day after tommorow), Bahkan di dalam film terbaru-nya ini Rolland akan menghancurkan The Sistine Chapel, dan juga St. Peter's Basilica yang kedua-nya ada di Vatikan! korban lain adalah Patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro dan Juga Tower 101 di taipei.

Namun dari semua tempat, secara pribadi Rolland menyatakan "tidak berani mengganggu properti umat muslim"

" Saya sebenarnya ingin, tapi Harald (co-write) mencegah saya. Anda bisa menyaksikan simbol kristiani roboh, namun tidak dengan simbol muslim, karena akan ada fatwa" Kilah Roll

Sutradara Holywood terkenal yang mengklaim anti Religious namun mengakui fatwa di dalam islam, Rolland Emmerich Di dalam film 2012 digambarkan semua tempat di belahan dunia akan musnah, kecuali Ka'bah

Akibat keputusan ini, banyak komentar yang bermunculan, semua-nya seperti ingin tahu apa alasan sebenarnya dibalik kepusan Rolland Emmerich.



Membuat Hujan Mudah, Murah dan Pasti



TAHUN 90-an BPPT (usulan Habibi pada waktu itu) pernah melaksanakan hujan buatan dengan menabur bubuk garam menggunakan pesawat yang dirancang khusus di atas waduk Jatiluhur. Pada waktu itu debit air waduk cukup kritis. Tetapi hujan buatan gagal dikarenakan tidak cukup volume air di atas waduk yang akan diikat oleh butir garam. Padahal biaya sudah cukup besar dikeluarkan.

Berita Pontianak Post ada usulan membuat hujan buatan dengan bom air. Hal ini bisa saja terjadi hujan tetapi harus berapa banyak air yang dibawa di dalam pesawat dan membutuhkan berapa kali penerbangan dan berapa hari baru terciptanya hujan. Sudah bisa kita bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah hanya untuk terciptanya hujan.




Pada 90-an saya pribadi pernah menulis bagaimana cara murah meriah untuk membuat hujan buatan. Hasilnya setelah disurvey, hampir merata setiap gang mengikuti saran kami. Dan Alhamdulilah dalam 3 hari terjadi hujan walaupun tidak terlalu lebat tetapi sudah cukup untuk membersihkan asap dan debu.

Kalau masyarakat terus melakukan saran kami bukan tidak mungkin akan terjadi hujan lebat di Kalbar. Karena bisa kita hitung atau bisa tak terhitung berapa uap air (molekul air H2O) yang menguap, dengan kita ciptakan sendiri uap air untuk mengikat uap air yang sudah tersedia di udara dengan cara berlipat-lipat antara satu molekul dengan molekul yang lain dengan bantuan angin.

Kenapa kemarau terjadi pada bulan-bulan April sampai September? Karena terjadinya pengeseran matahari per-3 bulan. Pada bulan April sampai Juni bergeser ke Utara (ke 23,5 Derajat Lintang Utara) dan pada Bulan Juli sampai September kembali ke Equator. Pada saat posisi matahari di Utara hanya ada celah sempit (Permukaan Laut Sempit) sehingga penguapan airpun sedikit. Lain dengan pengeseran matahari ke Selatan dimana terdapat permukaan air (laut) yang sangat luas yang akan membuat jumlah penguapan air sangat besar. Maka tidaklah heran apabila bulan Oktober sampai dengan Maret curah hujan sangat tinggi. Jadi prinsipnya jumlah uap air yang cukup besar adalah dengan cara menipiskan permukaan air dan panas yang cukup (contoh menjemur 1 ember air bisa 1 bulan baru habis tetapi bila dicurahkan (permukaannya menjadi tipis mungkin tidak sampai 1 jam air sudah habis menguap).

Caranya mari kita menghimbau masyarakat untuk membantu menciptakan uap air dengan cara cepat yaitu menyumbang air baik air ledeng, air kolam ataupun air parit ketika air pasang dengan menyiram air di jalan/gang, halaman, juga dengan bantuan mobil tanki pemadam kebakaran. Apabila 1 rumah menyumbang 10 ember pagi (sekitar 10 udara mulai panas) dan siang/sore (sekitar jam 4) 10 ember dan 10 % saja yang membantu maka kita hitung sbb:

- Untuk Rumah Tangga:

1 ember 20 liter x 20 ember (pagi sore) x 200.000 rumah x 7 hari = 560 juta liter

- Untuk mobil tanki : (Siram Jalan dan Taman)

20 Tanki x 5 siram x 500 liter x 2 (pagi dan sore) x 7 hari = 7 Juta liter

Akan tercipta uap air paling tidak 5 juta liter air kalau dikalikan berapa jumlah molekul (biar ahli kimia yang menghitungnya) ditambah 1 molekul air akan mengikat beberapa molekul air lainnya yang telah tersediakan di udara bisa tidak terhitung jumlahnya dan semua pasti (100% pasti) akan turun paling tidak dalam bentuk embun atau gerimis atau bisa saja hujan yang sangat lebat.

Mudah-mudahan pemerintah bisa membuat himbauan karena paling tidak lingkungan rumah akan terasa sejuk tidak gersang dan paling tidak uap air yang terbentuk hanya mengikat debu yang ada disekitar rumah kita. Cara membuat hujan dengan cara ini pun murah meriah. Bisa kita bayangkan apabila 500 juta akan kita buatkan bom air berapa lama dan berapa biaya untuk mengangkutnya. Mari mencoba mulai hari ini. Air yang menguap Pasti Akan Turun Lagi entah dalam bentuk embun, hujan gerimis atau mudah-mudahan saja akan tercipta hujan yang lebat.

TSUNAMI

Tsunami berasal dari kata :


Tsu = Pelabuhan

Nami = Gelombang
Menjadi bagian bahasa dunia, setelah gempa besar 15 Juni 1896, yang menimbulkan tsunami besar melanda kota pelabuhan Sanriku (JEPANG) dan menewaskan 22.000 orang serta merusak pantai timur Honshu sepanjang 280 km.

Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempabumi , tanah longsor atau letusan gunung berapi yang terjadi di laut. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam di lautan dalam dan dapat melanda daratan dengan ketinggian gelombang mencapai 30 m atau lebih. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 - 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.

Berdasarkan Katalog gempa (1629 - 2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali , yakni 1 kali akibat longsoran (landslide), 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempabumi tektonik.


Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :




  1. Air laut yang surut secara tiba-tiba.










  2. Bau asin yang sangat menyengat.










  3. Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras.






Tsunami terjadi jika :
  • Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR
  • Lokasi pusat gempa di laut
  • Kedalaman dangkal < 40 Km
  • Terjadi deformasi vertikal dasar laut
““

Potensi Tsunami di Indonesia :

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng, antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan
Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempabumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s/d 30 menit

Air Terjun Dolo, Kediri






Kabupaten Kediri memiliki beberapa air terjun yang cantik.Salah satunya, Air Terjun Dolo. Tempat wisata ini terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo,Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah.

Tiba di Besuki, sembari melepas lelah,kita bisa menikmati panorama di Desa Jugo, Mojo,di sekitar menara pemancar relay televisi dan telepon seluler. Disana kita bisa menemukan Air Terjun Irenggolo. Setelah lima menit melalui jalan setapak, air terjun bertrap-trap alami ini bisa kita lihat. Tersembunyi di teduhnya rerimbunan pinus dan hutan, hembusan angin pegunungan, dan suara alam yang unik.




ImagePuas di sini, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Dolo. Jarak tempuh dari Besuki sekitar 4 kilometer. Sampai di titik pemberhentian, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju air terjun. Jalan yang kita lewati terbuat dari bebatuan yang desainnya dipadu dengan lingkungan. Sehingga kesan alami tetap terjaga. Apalagi di saat-saat tertentu, suara kicau burung terdengar tanpa henti.



Setelah kurang lebih 10 menit menapaki jalan lambat laun kita akan mendengar gemricik air terjun. Letak kawasan wisata air terjun ini kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian air terjunnya sendiri diperkirakan mencapai 125 meter. Begitu mendekati air terjun ini,kita langsung merasakan butiran-butiran air terjun yang sebagian terbang mengikuti angin. Suara gemuruh airnya seperti melengkapi sensasi Air Terjun Dolo

Kabupaten Kediri memiliki beberapa air terjun yang cantik.Salah satunya, Air Terjun Dolo. Tempat wisata ini terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo,Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah.

Tiba di Besuki, sembari melepas lelah,kita bisa menikmati panorama di Desa Jugo, Mojo,di sekitar menara pemancar relay televisi dan telepon seluler. Disana kita bisa menemukan Air Terjun Irenggolo. Setelah lima menit melalui jalan setapak, air terjun bertrap-trap alami ini bisa kita lihat. Tersembunyi di teduhnya rerimbunan pinus dan hutan, hembusan angin pegunungan, dan suara alam yang unik.

ImagePuas di sini, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Dolo. Jarak tempuh dari Besuki sekitar 4 kilometer. Sampai di titik pemberhentian, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju air terjun. Jalan yang kita lewati terbuat dari bebatuan yang desainnya dipadu dengan lingkungan. Sehingga kesan alami tetap terjaga. Apalagi di saat-saat tertentu, suara kicau burung terdengar tanpa henti.
Setelah kurang lebih 10 menit menapaki jalan lambat laun kita akan mendengar gemricik air terjun. Letak kawasan wisata air terjun ini kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian air terjunnya sendiri diperkirakan mencapai 125 meter. Begitu mendekati air terjun ini,kita langsung merasakan butiran-butiran air terjun yang sebagian terbang mengikuti angin. Suara gemuruh airnya seperti melengkapi sensasi Air Terjun Dolo

GWK Bali

Letak dan lokasi GWK 
GWK terletak di bukit Masah, kabupaten Badung, kota Denpasar, Bali. Perjalanan untuk menuju GWK kira-kira menempuh waktu 1.45 menit dari Pantai Tanjung Benoa Nusa Dua Bali.

Sejarah GWK
Pad awal mulanya, berawal dari begawan yang mempunyai dua istri. Istri pertama bernama Dewi Kaldu dan istri kedua bernama Dewi Winata. Dari dua istri tersebut tidak mempunyai anak, tetapi dua istri begawan tersebut dianugerahi dua bilah telur. Kemudian Dewi Winata memilih telur pertama, telur tersebut terisi dua anak. Lalu Dewi Kaldu memilih telur kedua, telur tersebut terisi seratus anak.

Setelah beberapa hari kemudian, telur milik Dewi Kaldu menetas berupa ular. Dan Dewi Winatapun merasa iri karena telur milik Dewi Winata belum menetas. Sehingga Dewi Winata memecahkan salah satu telurnya dengan paksa dan telur tersebut menetas berupa burung.  Burung tersebut diberi nama burung Jatayung. Karena belum saatnya menetas atau dalam istilahnya prematur burung Jatayung hanya hidp dua puluh dua hari dan akhirnya meninggal. Dewi winata merasa sedih lalu akhirnya telur yang satunya ditetaskan pada waktunya. Kemudian telur itu menetas berupa burung. Burung tersebut diberi nama burung Garuda.

Dewi Winata dan Dewi Kaldu membuat suatu perjanjian yang berisi jika yang kalah harus mengurus keseratus anak Dewi Kaldu. Dan apda akhirnya dewi Winata kalah dan harus mengurus keseratus anak Dewi Kaldu. Dewi Winata merasa di perbudak dengan Dewi Kaldu. Dan untuk membebaskan Dewi Winata, putra Dewi Winata yang bernama Garuda harus mengambil air suci Dewa Wisnu, dengan syarat Garuda harus menjadi wahana Dewa Wisnu. Kemudian Garuda menyetujuinya.

Dan akhirnya Dewi Winata terbebas dari ancaman Dewi Kaldu. Tetapi, sayangnya putranya harus menjadi Wahana Dewa Wisnu. Untuk mengenang pengorbanan Garuda kepada Ibunya, tempat tersebut diberi nama Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menjadi objek wisata terkenal di Pulau Bali.

Kondisi Fisik GWK
Obyek wisata ini memiliki letak yang strategis. GWK ini memiliki luas 1.250 hektar. Tinggi patung Dewa Wisnu 146 meter, dan terbuat dari logam, baja dan perunggu. GWK ini sangat indah, tempatnya bersejarah, dan lingkungannyapun juga bersih. Karena ada petugas  kebersihannya.

Pembagian-pembagian Ruang GWK
Obyek Wisata GWK ini banyak terdapat patung-patung diantaranya patung Dewa Wisnu dan tulisan-tulisan tentang GWK. Di GWK juga terdapat anak tangga yang sangat tinggi banget untuk menuju patung Dewa Wisnu di atas, dibagian sebelah patung juga terdapat patung Garuda yang sangat besar dan disebelahnya masih ada pegunungan kapur yang luas dan tinggi.

Pengunjung GWK
Pengunjung di Obyek Wisata GWK ini sangat ramai karena di GWK ini tempatnya sangat indah dan juga bersejarah. Pengunjung di obyek wisata GWK sebagian besar orang-orang luar negeri.

Sarana Prasarana di GWK
Sarana prasarana yang ada di obyek wisata GWK ini lumayan banyak diantaranya mushola untuk orang-orang bersembahyang, tempat wudhu, tempat parkir, kios / mini market dan toilet.

Pedagang di GWK
Di Obyek Wisata GWK ini banyak sekali pedagang makanan ringan, pedagang minuman, dan pedagang aneka ragam aksesoris dan di GWK juga ada mini market yang menjual aneka ragam jajan, baju, aksesoris dan lain-lain. Harga yang tawarkannyapun lumayan murah, tetapi kalau kita tidak menawar harganyapun akan mahal.
Kelebihan-kelebihan yang ada di GWK
Kelebihan-kelebihan yang ada di Obyek Wisata GWK adalah di GWK ada musholanya untuk orang-orang bersembahyang. Di GWK juga ada toilet yang tidak usah bayar. Di obyek wisata GWK ini tempatnyapun juga bersih, karena tempat ini adalah tempat suci yang harus dijaga 

;;